Mengajarkan Informatika, Seberapa Persen Anda Siap?

Permendikbud No. 37 Tahun 2018 baru saja diundangkan pada 20 Desember 2018 lalu, dan Rapat Kerja Nasional Guru TIK PGRI baru saja usai (19/01). Angin segar bagi para guru TIK yang selama ini merasa 'terabaikan' oleh Kurikulum 2013. Lampiran dari Peraturan tersebut diatas memuat Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dari mata pelajaran Informatika yang akan diterapkan pada Tahun Pelajaran 2019/2020 mendatang.


Hal ini sangat melegakan bagi para guru TIK karena sebentar lagi mereka akan bisa 'action' lagi di depan kelas, namun sejatinya dibalik itu terdapat tugas berat tengah menanti yang harus segera mereka persiapkan dengan matang. Sebagai guru TIK kita perlu terlebih dahulu mengubah paradigma mengajar, khususnya dalam mengajarkan Informatika nantinya. Bagaimana pun TIK tidak identik dengan Informatika, karena sebetulnya TIK hanya merupakan salah satu bagian dari Informatika.

Sadarilah bahwa mengajarkan Informatika itu berbeda dengan TIK. Di Informatika, guru tidak harus membawa peserta didik ke Labkom dan mengajari mereka cara-cara menggunakan aplikasi-aplikasi seperti dulu di TIK. Melainkan lebih pada mengajak bagaimana mereka dapat berpikir algoritmis untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Aplikasi-aplikasi seperti word processor, spreadsheet, dan networking masih tetap diajarkan, namun lebih ke teknis saja. Peserta didik lebih diarahkan ke arah produktivitas.

Mencermati Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) pada mata pelajaran Informatika, baik pada jenjang SMP maupun SMA, terdapat bidang-bidang:
  • Teknik Komputer
  • Teknologi Informasi dan Komunikasi
  • Analisis Data
  • Algoritma dan Pemrograman
  • Jaringan Komputer/Internet
  • Berpikir Komputasional
  • Dampak Sosial Informatika
  • Praktik Lintas Bidang
Nah, beda sekali dengan apa yang dulu ada di mata pelajaran TIK, bukan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang akan Kita Pakai dalam Mengajarkan Algoritma dan Pemrograman

Mengenal Notasi Algoritma