Mengenal Notasi Algoritma
Kita mulai dulu dari asal-muasal istilah "algoritma' itu sendiri, baru kemudian nanti kita kupas ini lebih jauh. Kata "Algoritma" sebenarnya diambil dari nama seorang ilmuwan Persia Abu Ja'far Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi. nah, orang barat membaca Al-Khawarizmi sebagai Algoritm. Beliau adalah penulis kitab Al-Jabr w'la Muqobala (The Rule of Restoration and Reduction).
Dalam bahasa yang sederhana, algoritma dapat dipahami sebagai urutan langkah-langkah logis dan sistematis untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Kata kuncinya disini adalah logis (masuk akal). Dengan algoritma kita dapat merepresentasikan suatu urutan kejadian secara logis serta dapat menerapkannya pada semua kejadian sehari-hari.
Algoritma tidak bergantung kepada bahasa pemrograman tertentu, dan juga tidak menggunakan simbol-simbol serta sintaksis-sintaksis dari suatu bahasa pemrograman, justru notasi-notasi algoritma harus dapat digunakan oleh semua bahasa pemrograman.
Didalam sebuah algoritma biasanya terdapat masukan (input), proses, dan keluaran (output). Algoritma tersebut juga harus bersifat tepat dan pasti (definite), memiliki instruksi yang jelas, tidak rancu, serta tidak ambigu. Selain itu, sebuah algoritma juga harus berhingga (memiliki stopping criteria).
Dari ketiga jenis notasi algoritma diatas, kita bebas memilih notasi mana yang akan digunakan.
Dalam bahasa yang sederhana, algoritma dapat dipahami sebagai urutan langkah-langkah logis dan sistematis untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Kata kuncinya disini adalah logis (masuk akal). Dengan algoritma kita dapat merepresentasikan suatu urutan kejadian secara logis serta dapat menerapkannya pada semua kejadian sehari-hari.
Algoritma tidak bergantung kepada bahasa pemrograman tertentu, dan juga tidak menggunakan simbol-simbol serta sintaksis-sintaksis dari suatu bahasa pemrograman, justru notasi-notasi algoritma harus dapat digunakan oleh semua bahasa pemrograman.
Didalam sebuah algoritma biasanya terdapat masukan (input), proses, dan keluaran (output). Algoritma tersebut juga harus bersifat tepat dan pasti (definite), memiliki instruksi yang jelas, tidak rancu, serta tidak ambigu. Selain itu, sebuah algoritma juga harus berhingga (memiliki stopping criteria).
Notasi Deskriptif
Notasi algoritma adalah rancangan penyelesaian suatu masalah yang disusun dengan cara penulisan khusus. Untuk menyusun sebuah algoritma kita dapat menggunakan notasi deskriptif, notasi pseudo-code, dan notasi flow-chart. Untuk jenis yang pertama berarti kita menuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah itu dengan kalimat-kalimat serta urutan-urutan yang jelas. Sebagai contoh algoritma menggoreng onde-onde:- Mulai
- Panaskan minyak dalam wajan
- Jika sudah panas masukkan onde-onde
- Tunggu hingga matang
- Angkat dan tiriskan onde-onde
- Sajikan di piring
- Selesai
Notasi Pseudo-Code
Jika kita menggunakan notasi jenis ini, maka langkah-langkah penyelesaian masalah dirumuskan dengan notasi yang mirip dengan notasi pada bahasa pemrograman tingkat tinggi. Dengan demikian, notasi algoritma jenis pseudo-code ini lebih mudah ditransfer ke notasi bahasa pemrograman. Perhatikan contoh berikut ini:- begin
- input a
- input b
- if b<a then a <-- a/b
- else b <-- b/a
- end
Notasi Flow-Chart
Dengan notasi jenis ini, langkah-langkah penyelesaian masalah dirumuskan dalam bentuk gambar bagan yang terdiri dari simbol-simbol yang menggambarkan aliran suatu proses. Notasi flow-chart mudah dipahami karena berupa tampilan visual.Dari ketiga jenis notasi algoritma diatas, kita bebas memilih notasi mana yang akan digunakan.


Komentar
Posting Komentar